Pertolongan Pertama Terkena Gas Air Mata dan Lebam

Demonstran menghindari tembakan gas air mata saat demo di Pejompongan, Jakarta. (Antara) GAS air mata bukanlah gas sungguhan, melainkan serbuk…
1 Min Read 0 3


Demonstran menghindari tembakan gas air mata saat demo di Pejompongan, Jakarta. (Antara)

GAS air mata bukanlah gas sungguhan, melainkan serbuk padat yang disebarkan ke udara. Bahan kimia yang umum digunakan adalah 2-chlorobenzalmalononitrile (CS) dan chloracetophenone (CN).

Ketika serbuk ini mengenai mata, kulit, dan saluran pernapasan, ia bereaksi dengan kelembapan dan menimbulkan sensasi terbakar yang intens.

Dampak yang paling sering dirasakan meliputi

– Mata terasa sangat perih, kemerahan, dan mengeluarkan air mata berlebihan.
– Kulit terasa panas, gatal, dan seperti terbakar.
– Sulit bernapas, dada terasa sesak, dan batuk-batuk.

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama untuk Gas Air Mata

Jika Anda atau rekan Anda terkena gas air mata, jangan panik. Ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan:

– Segera Mundur dari Lokasi Terkena Gas. Jauhi area yang dipenuhi kabut gas. Semakin cepat Anda keluar, semakin sedikit paparan yang diterima. Cari tempat dengan udara segar, idealnya di dataran tinggi atau arah berlawanan dari angin.
– Jangan Menggosok Mata. Meskipun terasa sangat perih, hindari menggosok mata dengan tangan. Ini hanya akan memperparah iritasi dan menyebarkan sisa-sisa bahan kimia.
– Bilas Mata dan Wajah. Gunakan air bersih yang mengalir atau cairan saline (air garam steril) untuk membilas mata. Buka mata Anda lebar-lebar saat membilas. Siram terus-menerus selama 10-15 menit. Anda juga bisa menggunakan botol air mineral. Siram dari dahi ke bawah agar cairan tidak mengalir kembali ke mata.
– Bilas Hidung dan Rongga Mulut. Jika Anda merasakan perih di hidung atau tenggorokan, bilas juga dengan air bersih. Berkumur dan buang air ludah untuk mengurangi sisa kimia.
– Lepaskan Pakaian yang Terpapar. Jika memungkinkan, segera lepaskan pakaian yang terpapar gas air mata dan masukkan ke dalam kantong plastik tertutup. Pakaian ini bisa terus melepaskan serbuk kimia dan mengiritasi kulit.
– Mandi dengan Sabun. Sesampainya di tempat aman, segera mandi dengan air dingin atau suam-suam kuku dan sabun untuk membersihkan seluruh tubuh. Air panas bisa membuka pori-pori dan membuat bahan kimia terserap lebih dalam.

Penanganan Lebam Akibat Benda Tumpul

Selain gas air mata, benturan akibat benda tumpul juga sering terjadi dalam keramaian. Lebam atau memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah akibat benturan. Area yang memar biasanya berwarna kebiruan atau keunguan, bengkak, dan terasa nyeri.

Berikut adalah langkah-langkah penanganan yang bisa Anda lakukan:

– Lakukan Kompres Dingin Segera. Ini adalah langkah paling penting. Gunakan es batu yang dibungkus kain atau handuk, atau kompres dingin instan, dan tempelkan pada area yang memar selama 15-20 menit. Lakukan ini beberapa kali dalam 24-48 jam pertama setelah cedera. Kompres dingin berfungsi untuk menyempitkan pembuluh darah, mengurangi pendarahan di bawah kulit, dan meredakan bengkak serta nyeri.
– Tinggikan Area yang Lebam. Jika lebam terjadi pada tangan atau kaki, posisikan bagian tubuh tersebut lebih tinggi dari jantung. Ini membantu mengurangi penumpukan cairan dan pembengkakan.
– Istirahatkan Bagian yang Terluka. Hindari memberikan tekanan atau menggunakan bagian tubuh yang lebam secara berlebihan. Beri waktu bagi tubuh untuk pulih.
– Kompres Hangat Setelah 48 Jam. Setelah 48 jam berlalu, Anda bisa beralih ke kompres hangat. Kompres hangat akan meningkatkan aliran darah ke area tersebut, mempercepat proses penyembuhan, dan membantu melarutkan darah yang menggumpal.
– Perhatikan Tanda Bahaya. Lebam umumnya bisa sembuh sendiri. Namun, segera cari pertolongan medis jika lebam sangat besar, nyeri hebat, atau disertai dengan gejala lain seperti pusing.

Tim Redaksi





Source link

beritajakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *