
SERANG – Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengky, menegaskan pihaknya siap menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah daerah di Provinsi Banten. Menurutnya, masyarakat tidak harus turun ke jalan melakukan demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi.
“Dengan gubernur, dengan ketua DPRD, saya akan menjembatani semampu saya. Jangan ragu datang saja ke kantor, itu milik masyarakat juga. Terbuka untuk mencari informasi. Sampaikan dengan santun, tidak perlu unjuk rasa, cukup lewat perwakilan,” kata Hengky di Serang, Sabtu (30/8/2025) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky mengungkapkan ada 15 orang yang diamankan polisi saat aksi berujung ricuh. Mereka terdiri dari pelajar hingga mahasiswa, bahkan ada yang masih duduk di bangku kelas satu SMA.
“Sedang dilakukan pendataan. Kita akan lakukan peringatan dan memanggil orang tuanya. Ada yang masih kelas satu SMA, ikut-ikutan. Nanti kita panggil orang tuanya,” ujarnya.
Hengky menegaskan, aparat kepolisian akan tetap siaga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan pihak-pihak yang mencoba membuat suasana tidak kondusif.
“Tugas polisi adalah mengamankan rakyat dan masyarakat. Anggota kami memang disiapkan untuk mengantisipasi peristiwa menonjol dan menindak bila diperlukan,” jelasnya.
Ia memastikan, langkah-langkah kepolisian akan selalu disesuaikan dengan dinamika di lapangan.
“Tentu saya akan menyesuaikan dengan masalah yang ada,” tandas Hengky.
Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo