Kondisi Agara Korban Dilempar Helm Polisi di Serang Beranjak Membaik

Pelajar salah satu SMKN di Kota Serang kritis usai diduga dianiaya oknum polisi. (Istimewa) SERANG – Kondisi Violent Agara Casttilo…
1 Min Read 0 5


Pelajar salah satu SMKN di Kota Serang kritis usai diduga dianiaya oknum polisi. (Istimewa)

SERANG – Kondisi Violent Agara Casttilo (16), pelajar SMKN 2 Kota Serang yang menjadi korban kecelakaan akibat dilempar helm oleh Polisi, kini perlahan membaik. Pihak keluarga menyebutkan bahwa beberapa kali jari Agara tampak mulai bergerak.

Hal tersebut disampaikan oleh sang ibunda, Meta Desnawati, ketika ditemui BantenNews.co.id di RSUD Banten, Kamis (28/8/2025) malam. Ia menuturkan, sejak masuk rumah sakit pasca insiden tersebut, anaknya kini menunjukkan sedikit reaksi motorik, meskipun belum bisa merespons secara normal.

“Menurut keterangan medis, kesadarannya ada peningkatan. Barusan juga sempat ada kalimat terucap, meski belum sadar sepenuhnya,” kata Meta.

Sejak pertama kali masuk ICU, kondisi Agara kini sudah lebih baik. Tingkat kesadarannya berdasarkan Glasgow Coma Scale (GCS) sempat berada di angka 3, namun kini sudah meningkat menjadi sekitar 12.

Meski begitu, dokter masih belum bisa melakukan tindakan operasi pada luka terbuka di kepala Agara akibat insiden tersebut. Fokus perawatan saat ini masih pada peningkatan kesadaran. Bengkak di kening Agara juga sudah mulai berkurang.

Meta bercerita, saat pertama kali melihat kondisi anaknya enam hari lalu, dirinya bahkan tidak mengenali wajah Agara.
“Itu benjolnya besar, ibarat konde tapi di depan. Saya sampai tidak mengenali anak sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Wali Kota Serang serta Kapolda Banten untuk pemulihan Agara. Namun, Meta menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak akan menghentikan upaya keluarganya mencari keadilan.

“Kami menilai bantuan itu sebagai apresiasi, dan mengucapkan banyak terima kasih. Tetapi, dari pihak keluarga, hal tersebut tidak menjadi intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.
“Harapan kami, pengobatan berjalan baik dan pelaku dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Kami ingin kasus ini terus berlanjut,” sambungnya.

Meta sangat berharap putranya segera pulih. Ia merindukan Agara dalam keadaan sadar dan dapat kembali bercakap dengannya. Selain itu, ia ingin agar kasus serupa tidak terulang kembali.

“Dia bukan anak yang jahat. Saya ingin dia sehat seperti semula, dan tidak ada kejadian yang sama terulang di kemudian hari. Saya kangen semua dari Agara,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi





Source link

beritajakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *